Yuk Support Restoran Melalui Krisis Pandemi dengan Cara-Cara Berikut

Oleh Top Tables

Para staf restoran menjadi yang paling menderita bila restoran terus terpuruk dikarenakan krisis pandemi ini (Foto staf restoran Emilie, 2019) | Top Tables

Penyebaran Covid-19 bukanlah hal yang bisa dianggap enteng. Di saat arikel ini ditulis, pemerintah mengumumkan bahwa pasien positif wabah ini di Indonesia bertambah 82 orang menjadi 309 pasien positif. Dari angka ini, 19 orang meninggal dunia. Sementara secara global sendiri menurut WHO per tanggal 16 Maret kemarin sekitar 168.000 orang dinyatakan positif sementara lebih dari 6.000 yang meninggal. Hal ini menjadikan banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, mendorong agar dilakukannya karantina diri di dalam rumah selama 14 hari ke depan. Namun bisa juga diperpanjang apabila situasi semakin menjadi-jadi.


Ketika masyarakat banyak berada di rumah, maka untuk industry ritel serta jasa lainnya yang bergantung pada kunjungan pelanggan paling terdampak, termasuk restoran dan kafe. Danny Mayer dari Union Square Hospitality Group yang berbasis di kota New York memutuskan untuk memberhentikan 2.000 pekerja – 80% dari karyawan mereka – dua hari yang lalu. Asosiasi Restoran Amerika Serikat memperkirakan negara itu akan kehilangan sekitar 5 juta hingga 7 juta pekerja di industry restoran. Tidak menutup kemungkinan hal ini bisa terjadi di negara-negara lain termasuk Indonesia.


Di Ubud, Bali, seluruh restoran milik grup Locavore yang dikepalai oleh Eelke Plasmeijer dan Ray Adriansyah akan resmi ditutup mulai 21 Maret hingga pertengahan April. Namun beberapa restoran yang berada di wilayah Seminyak sudah lebih dahulu menutup restoran mereka dari pertengahan minggu ini seperti Metis, Sardine, Sarong dan Fika. Bagaimana dengan di Jakarta? Jakarta juga terkena dampaknya secara besar. Mulai banyak restoran dan café yang memberlakukan pengetatan jam kunjungan serta batasan pengunjung yang hadir untuk menghindari kontak, namun hal ini belum terbukti dapat secara langsung mengembalikan kepercayaan konsumen untuk makan di sana.


Tapi sebagai konsumen, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk tetap mendukung industry restoran dan café favorit kita agar tetap bertahan. Berikut adalah yang bisa kita lakukan untuk turut melakukan support bagi mereka:


1.Pesan makanan secara online

Apabila Anda ingin semangkuk pasta dari restoran di wilayah Kemang, atau pun sepiring nasi dengan lauk lengkap dari restoran di sebuah mall, Anda tidak perlu ragu untuk melakukan pemesanan secara online. Anda juga tidak perlu takut dengan standar higienis makanan Anda disiapkan, karena dalam kondisi seperti ini, hampir tiap restoran dituntut untuk menerapkan kebersihan yang lebih. Bukan hanya itu saja, platform food delivery seperti GoFood sendiri juga mendorong para driver untuk menerapkan standar kebersihan agar tidak mempengaruhi makanan ketika sampai ke tangan pelanggan.


2. Beli voucher restoran

Apabila selama ini Anda adalah salah satu tamu yang tidak tertarik bila ditawarkan untuk membeli voucher restoran, inilah saatnya. Restoran yang mengeluarkan voucher umumnya merupakan grup, jadi Anda bisa memakainya nanti bila keadaan sudah kondusif di berbagai tempat yang menerima voucher ini. Voucher sendiri juga umumnya memiliki jangka waktu yang cukup panjang, anggap saja Anda "menabung" untuk makan di restoran favorit dengan membeli voucher tersebut.


3. Beli spin-off product mereka

Beberapa tempat makan bukan hanya menjual makanan namun juga produk lain seperti saus, minuman botolan, bahkan beberapa merchandise seperti yang dilakukan oleh toko es krim Cold Moo di Dharmawangsa. Apabila Anda sedang tidak ingin makan, mungkin membeli produk spin-off restoran melalui kurir online dapat membantu meningkatkan pendapatan tempat makan.


4. Berikan tip yang lebih ketika Anda harus makan di luar

Apabila Anda dalam posisi harus makan di luar atau terpaksa melakukannya, tentu saja memperhatikan kesehatan dan kebersihan Anda serta jarak antar manusia harus menjadi yang nomor satu. Memastikan makanan Anda dibuat dengan cara higienis juga hak konsumen untuk bertanya. Namun dalam masa sekarang, mungkin Anda bisa sedikit mentolerir dalam hal pemberian tip. Mereka yang bekerja di garis depan seperti service dan koki menjadi yang paling terdampak kondisi sekarang. Memberikan tip lebih bukan hanya membuat hari mereka menjadi lebih baik namun juga berkontribusi terhadap pendapatan pegawai ketika restoran sedang kesulitan.


5. Pantau informasi restoran favorit Anda di media sosial dan sebarkan

Sebaik-baiknya restoran melakukan promosi atau kampanye dalam rangka melalui pandemic ini tetap tidak akan berdampak bila hanya sedikit yang melihat. Dengan Anda membantu untuk menyebarkan informasi terkait restoran atau kafe, maka presentase untuk munculnya transaksi tentunya akan lebih tinggi.


Apa pun yang terjadi, restoran adalah bagian dari budaya sebuah kota dan masyarakatnya. Mendukung keberlangsungan restoran berarti kita juga mendukung jutaan orang yang menggantungkan hidupnya dari industri ini.

1,790 views
  • White Facebook Icon

FOOD

PEOPLE

CULTURE

Top Tables adalah media digital di Indonesia dengan makanan sebagai fokus utama. 

2019 Top Tables

All rights reserved.

In partnership with

Geometry-Logo-White.png