Tips Mencicipi Kuliner di Negeri Sakura Layaknya Warga Lokal

Beberapa tips makan menarik dari Sharima Umaya, kontributor Top Tables yang baru saja kembali dari Jepang.


Sejarah memang mencatat kisah suram antara Indonesia dengan Jepang, mengingat Indonesia pernah menjadi jajahan negeri matahari terbit hingga 3,5 tahun lamanya. Kendati demikian, seolah lupa dengan apa yang terjadi di masa lalu, persahabatan Indonesia dengan Jepang kini sangat erat di mana hal tersebut dikarenakan upaya kerja sama yang telah dibina selama lebih dari 60 tahun.


Sejarah panjang antara kedua negara membuat pengaruh budaya Jepang di Indonesia sangatlah kental, mulai dari manga, anime, hingga hidangan khas Jepang sudah tidak asing lagi di Bumi Pertiwi. Tak heran, banyak warga Indonesia yang menjadikan Jepang menjadi destinasi untuk berlibur.


Ketika menginjakkan kaki di suatu negara, hal yang pertama kali terbesit bagi para penikmat makanan tentunya adalah dibmana agar mereka dapat mencicipi kuliner yang lezat. Di era di mana informasi sangat mudah didapatkan melalui internet, pelancong asal Indonesia yang hendak mengunjungi suatu tempat dapat dengan mudah mengakses baik artikel dari media online,blog atau sesederhana menemukan foto hidangan yang terlihat menggiurkan di media sosial seperti Instagram. Namun, para pencinta kuliner sejati tentu tak berhenti sampai di situ. Eksplorasi menemukan hidangan autentik di suatu tempat yang tentunya menjadi favorit warga lokal merupakan suatu tantangan tersendiri untuk ditaklukkan.

Bagaimana cara menemukan restoran yang menjadi juara di hati para warga lokal?


1. Dengarkanlah rekomendasi warga lokal

Saat kunjungan saya ke Tokyo di bulan Juni lalu, saya, Bapak dan adik saya ditemani oleh sensei karate Bapak saya yang di masa mudanya merupakan atlet karate Indonesia.

Percayalah bahwa mereka yang telah menetap lebih lama di suatu daerah, bahkan mungkin sejak dilahirkan, tentunya dapat diandalkan dalam menemukan hidangan spektakuler yang dapat memanjakan indera perasa. Kalimat seperti, “Tempat ini biasa dipadati oleh warga lokal yang memang sudah menjadi langganan,” atau “Pemilik restoran ini memiliki hidangan nabe yang resepnya telah diwariskan turun temurun oleh tiga generasi,” adalah pertanda bahwa restoran yang disebutkan layak untuk dikunjungi.


Mereka tidak bercanda saat menyebutkan kelezatan suatu hidangan yang mereka rekomendasikan, memanglah hasil jerih payah dari kakek atau bahkan buyut dari juru masak di restoran yang mereka rekomendasikan. Keberlangsungan suatu restoran di Jepang, terutama yang masih sangat tradisional memang sangat bergantung dari bagaimana resep ini diwariskan.


Saat sedang mengunjungi kembali sebuah restoran yang memiliki hidangan khas berupa sup dengan bahan-bahan laut dan sayur mayur, saya sempat kaget karena juru masak yang melayani kami berbeda dengan juru masak yang melayani kami beberapa tahun silam. Namun usut punya usut, juru masak yang kami temui beberapa tahun lalu telah wafat dan kini, istri dari juru masak tersebut yang meneruskan restoran dengan sup yang rasanya masih sama persis dengan sup yang saya coba beberapa tahun lalu. Lain cerita dengan saat kami hendak mengunjungi kembali restoran shabu-shabu yang dahulu kami kunjungi, yang ternyata tutup karena juru masak dari restoran tersebut mengidap kanker. “Rata-rata, restoran keluarga yang tradisional tutup lebih karena faktor sang juru masak sakit karena tidak ada yang melanjutkan” ujar sensei Bapak saya.


2. Jangan takut untuk mengunjungi wilayah yang tidak familiar

Pilihan restoran yang beliau rekomendasikan rata-rata tidak berada di daerah yang dipadati oleh turis, untuk menemukan restorannya pun tidak mudah. Sehabis menempuh perjalanan melalui kereta, untuk mencapai restoran yang dikehendaki, tak jarang harus berjalan kaki hingga 15 menit untuk mencapai destinasi.


Berbeda dengan pengusaha food and beverage di ibu kota yang berlomba-lomba untuk mencari tempat paling strategis, rata-rata dari pemilik restoran sangat percaya diri dengan resep yang telah disempurnakan selama ratusan tahun lamanya. Berbeda pula dengan apa yang jarang saya temukan di ibu kota, para juru masak pun tak hanya memiliki peran sebagai juru masak, namun rata-rata juga memang merupakan pemilik restoran mereka sendiri, bukan seorang chef yang biasa digaji oleh pihak pebisnis untuk menjalankan suatu restoran. Para warga lokal yang menjadi loyalis pun sudah lebih dari cukup untuk menjaga eksistensi restoran yang berada di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota.


3. Incar restoran yang memiliki satu menu khas ketimbang restoran yang memiliki banyak menu

Jepang adalah salah satu negara yang secara konsisten berusaha untuk tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional, kendati diterpa oleh arus modernisasi. Resep yang telah diwariskan turun temurun oleh keluarga dengan pembuatan yang tetap mempertahankan metode tradisional adalah satu hal yang sangat sulit ditemukan. Menyajikan resep keluarga dengan cara yang autentik mungkin merupakan bentuk penghormatan terhadap anggota keluarga yang membuat resep dan tentunya merupakan suatu kebahagiaan bagi para juru masak ini untuk menyajikan resep dari hidangan ke para pelanggan.


Temukan berbagai macam hidangan autentik khas Jepang kreasi para juru masak yang telah menyempurnakan resep secara turun temurun, mulai dari soba yang dibuat dengan tepung terbaik dan diolah tanpa campur tangan mesin, hingga tempura yang menggunakan bahan baku kualitas terbaik dimana sang juru masak yang turun langsung sendiri dalam memilih bahan baku. Mungkin di awal, menyajikan satu jenis menu terkesan sebagai hal yang sangat berani, namun percayalah, mereka mengetahui apa yang mereka lakukan.


4. Jangan takut untuk menyambangi restoran yang tidak ada warga asing atau menu dengan bahasa Inggris

Tidak ditemukannya warga asing atau menu dalam bahasa lain dalam suatu restoran biasanya merupakan pertanda baik. Restoran memasak hidangan khas tanpa ada penyesuaian dengan lidah warga asing, sehingga hidangan yang disajikan hampir dipastikan autentik. Indera yang kita punya pun memiliki andil dalam menemukan restoran yang dapat membuat kita jatuh cinta, mulai dari rasa penasaran yang dibangkitkan oleh wangi makanan yang dimasak dari suatu restoran, suara hiruk pikuk suatu restoran yang mengundang untuk mampir, wajah sumringah para pengunjung yang sedang menikmati makanan. Jangan ragu untuk menggunakan insting dalam menentukan tempat makan yang hendak kamu sambangi.


Selamat berpetualang.

Oleh Sharima Umaya, penulis dan petualang rasa di Eksploura.

62 views
  • White Facebook Icon

FOOD

PEOPLE

CULTURE

Top Tables adalah media digital di Indonesia dengan makanan sebagai fokus utama. 

2019 Top Tables

All rights reserved.

In partnership with

Geometry-Logo-White.png