Roda Rasa Indonesia, Inovasi Seniman Coffee Studio Untuk Kopi Indonesia

Sebuah inovasi dari Seniman Coffee Studio yang layak untuk diaplikasikan.


Roda Rasa Kopi Indonesia | Seniman Coffee Studio

Seniman Coffee Studio baru saja membuat inovasi yang dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan food and beverage di Indonesia: yaitu diciptakannya Roda Rasa (Flavour Wheel) dengan komponen yang familiar dengan lidah dan aroma Indonesia. Bekerjasama dengan 5758 Coffee Lab, Roda Rasa ini diharapkan dapat memberikan perspektif dan opini baru yang lebih relevan dengan pengetahuan serta ensiklopedi rasa lokal.


Roda Rasa pada dasarnya adalah sebuah diagram bundar yang isinya merupakan pembagian karakter aroma dan rasa yang kemudian diperinci hingga deskripsi detail (umumnya menggunakan pembanding dari rasa lain yang lebih familiar). Namun, hingga saat ini kebanyakan dari Roda Rasa menggunakan pembanding bahan baku dan rasa yang lebih dikenal oleh masyarakat di belahan dunia bagian Barat. Mulai dari jenis sayuran, makanan, buah, tentu saja berbeda dengan karakter hasil bumi Asia, terutama Indonesia. Hal inilah yang membuat Roda Rasa dengan konten cita rasa lokal akan sangat menarik.


Berikut adalah hasil rangkuman tim Top Tables dengan tim dari Seniman Coffee Studio tentang ide serta tujuan dari dibuatnya Roda Rasa Indonesia.


1. Apa yang jadi inspirasi untuk membuat ide Roda Rasa Indonesia?


Roda Rasa (Flavour Wheel) yang umum digunakan oleh cuppers, roasters, dan orang-orang kopi lainnya adalah Flavor Wheel dari Specialty Coffee Association (SCA) yang dibuat berdasarkan referensi rasa-rasa Barat. Ketika orang Indonesia menggunakannya, maka ia akan menemukan berbagai macam rasa yang tidak saja tidak ia kenali, tapi juga tidak tumbuh di Indonesia, seperti apricot, raspberry, dan pomegranate. Roda Rasa Kopi Indonesia tetap mengacu kepada format SCA Flavor Wheel, namun berdasarkan citarasa lokal dan tanaman-tanaman yang memang tumbuh di Indonesia, seperti salak, durian, nangka atau asam jawa.


Dari sudut pandang sejarah, sering kali sejarah kopi dunia ditulis tanpa memberi kredit yang layak kepada negara-negara yang telah menanam dan memasok suplai kopi dunia selama ratusan tahun. Terminologi coffee waves dari yang pertama hingga ketiga pun ditulis dengan sudut pandang Barat dan mengesampingkan keunikan sejarah dan konsumsi kopi di negara-negara berkembang.


Roda Rasa Kopi Indonesia adalah sebuah pernyataan untuk menyuarakan preferensi dan suara lokal. Dan tentunya produk Fourth Wave* di mana negara-negara penanam kopi ikut serta dalam menuliskan sejarah dan fenomena kopi itu sendiri.


2. Bagaimana proses melakukan identifikasi rasa dan karakter?


Roda Rasa bisa memiliki bentuk dan urutan kategori yang berbeda tergantung dengan tujuan Roda Rasa tersebut. Untuk Roda Rasa Kopi Indonesia, kami rasa penting untuk mengacu kepada SCA’s Flavor Wheel untuk mempermudah cuppers dan roasters Indonesia yang sudah terbiasa dengan SCA’s Flavor Wheel.


Ada 3 Q-Graders dari Seniman Coffee studio dan 1 Q-Grader Instructor dari 5758 Coffee Lab yang menggawangi proyek ini. Setiap minggu kami juga melakukan cupping dengan tim roastery Seniman Coffee Studio (THCR Coffee Roastery) untuk merevisi items apa saja yang perlu dimasukkan atau dikeluarkan dari Roda Rasa. Sedari awal kami fokus dengan buah-buah tropis dan rempah-rempah yang menjadi ciri khas cita rasa makanan Indonesia. Karena itulah Roda Rasa ini memiliki kategori Buah Tropis dan Rempah-rempah yang jauh lebih besar daripada SCA’s Flavor Wheel.


Untuk keperluan praktik, kami juga membagi Roda Rasa ini dalam empat kategori: enzymatic, sugar browning, dry distillation, dan aromatic taints, untuk membantu para penyangrai mengenali kategori sangrai dari karakter rasa yang muncul.


3. Apa ekspektasi dengan dibuatnya Roda Rasa Indonesia?


Roda Rasa tidak akan pernah final. Membuat Roda Rasa Indonesia yang dapat merepresentasikan kekayaan alam Indonesia bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh satu poster saja. Harapannya dengan adanya Roda Rasa ini adalah supaya orang Indonesia dapat lebih menyuarakan opini-opini yang mungkin berbeda dengan apa yang telah ditulis oleh negara Barat, karena menciptakan Roda Rasa hanyalah satu dari sekian banyak contoh untuk menuliskan cerita kopi Indonesia dalam dunia kopi global.


Oleh Top Tables.


* Fourth Wave: Fourth Wave adalah fase selanjutnya dalam sebuah coffee movement. Sejak abad ke-19 hingga sekarang sudah terjadi tiga coffee movement.

855 views
  • White Facebook Icon

FOOD

PEOPLE

CULTURE

Top Tables adalah media digital di Indonesia dengan makanan sebagai fokus utama. 

2019 Top Tables

All rights reserved.

In partnership with

Geometry-Logo-White.png