Opini: Covid-19, Apakah Dampaknya Terhadap Restoran?

Oleh Top Tables



Setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa Coronavirus Covid-19 menjadi pandemi global pada 11 Maret 2020, respon dunia pun mengikutinya. Pelarangan event skala besar, pembatasan bepergian dan berwisata, hingga penutupan sebuah kota dan negara. Salah satu yang akan terdampak besar dari peristiwa ini tentunya industri hospitality termasuk restoran. Bagaimanakah Covid-19 akan berdampak ke industry restoran menurut Top Tables? Berikut adalah pendapat dari kami.


Lifestyle dining dan all-you-can-eat akan terdampak, sementara delivery akan berjaya


Ada banyak jenis restoran yang hadir di tengah-tengah kita. Dengan semakin jarangnya warga yang keluar rumah untuk merespon pencegahan penularan wabah yang berlebihan, maka restoran yang sejak awal memberikan pelayanan delivery serta erat dengan konsep makanan rumahan akan berjaya. Mereka yang diam di rumah dan tidak memiliki kemampuan memasak akan sepenuhnya mengandalkan restoran atau rumah makan yang identic dengan konsep food delivery. Sementara mereka yang bisa memasak dianjurkan untuk melakukan meal planning agar tidak terlalu sering pergi ke supermarket atau pasar membeli bahan.


Sementara di sisi lain, restoran yang sepenuhnya menggantungkan diri dari walk in customer seperti lifestyle dining dan juga all-you-can-eat akan terkena dampaknya, terlebih untuk all-you-can-eat yang sepenuhnya tidak melayani pemesanan makanan ke rumah. Lifestyle dining sendiri sejak awal menjual konsep komunal serta atmosfer yang menunjang. Dengan adanya anjuran melakukan social distancing secara global, maka hal ini akan mempengaruhi keinginan banyak pelanggan untuk tidak datang ke restoran dalam beberapa waktu ke depan.


Harga makanan melambung tinggi


Salah satu hal yang terjadi saat adanya isu global adalah harga bahan pangan. Hal ini tentu akan mengakibatkan restoran menyesuaikan harga produksi dengan harga jual. Seperti contoh baru-baru ini ketika bawang Bombay mencapai lebih dari Rp 200.000 per/kg, lebih mahal dari harga daging. Ini terjadi apabila bahan baku diambil dari negara yang terkena dampak wabah seperti Cina. Belum lagi tinggal menunggu apakah akan keluar peraturan baru yang mempengaruhi ekspor pangan dari negara-negara tertentu dengan semakin meluasnya wabah ini.


Bukan hanya itu aja, operational expenses restoran yang semakin membengkak sementara pemasukan berkurang mengharuskan mereka untuk menjual dengan harga yang tinggi demi menutupi seluruh biaya operasional. Ada pula yang akan justru menurunkan harga serendah-rendahnya atau diskon besar-besaran hanya demi menarik pelanggan, walau pun hal ini nantinya akan berakibat pada besarnya biaya subsidi yang harus ditanggung kas perusahaan.


Produk sayuran dan herbal akan semakin diminati, terutama yang lokal


Dengan adanya pandemi seperti ini, tentu masyarakat menjadi sadar pentingnya kesehatan diri, terlebih setelah Departemen Kesehatan dan juga WHO mendorong agar masyarakat menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit. Hal ini akan membuat permintaan terhadap produk sayur mayur, buah-buahan serta herbal menjadi diminati oleh masyarakat luas. Lalu, dengan semakin mahalnya produk impor yang tersedia, maka restoran tidak memiliki cara lain selain memanfaatkan produk pangan lokal yang ada di sekitar demi mencegah biaya produksi yang terlalu tinggi.


Selain ketiga hal di atas, ada beberapa hal yang harus semakin dilihat oleh industri restoran seperti menjaga kebersihan dan higienitas restoran mulai dari dapur hingga ruang makan. Restoran yang selama ini tidak terlalu menganggap serius hal ini sekarang tidak memiliki pilihan lain selain meningkatkan standar kebersihan. Menurut kami, tinggal menunggu waktu saja hingga inspeksi kebersihan yang serius akan semakin sering diadakan oleh Departmen Kesehatan. Lalu juga transaksi cashless yang mencegah perpindahan bakteri yang bisa terbawa oleh uang kertas harus digalakkan.


Dunia sendiri masih belum mengetahui kapan wabah Covid-19 ini akan berakhir. Namun yang jelas cepat atau lambat kita harus bersiap menghadapi aftermath dari kejadian global ini.

171 views
  • White Facebook Icon

FOOD

PEOPLE

CULTURE

Top Tables adalah media digital di Indonesia dengan makanan sebagai fokus utama. 

2019 Top Tables

All rights reserved.

In partnership with

Geometry-Logo-White.png