Jakarta Eat Festival Berhasil Mengumpulkan Talenta Kuliner di Jakarta

Dengan tema Indonesian Food Rising, Jakarta Eat Festival kedua berhasil mengumpulkan mulai dari chef, food journalist hingga food enterpreneur dalam satu panggung.


Sesi diskusi food branding di Jakarta Eat Festival yang diselenggarakan di Gandaria City

Pada tanggal 29 Agutus hingga 1 September lalu telah berhasil di selenggarakan event Jakarta Eat Festival kedua oleh GCM Group di piazza pusat perbelanjaan Gandaria City di Jakarta Selatan. Jakarta Eat Festival tahun ini pun mengangkat "Indonesian Food Rising" sebagai tema besarnya.


Apabila food festival pada umumnya hanya tentang mencicipi berbagai makanan, lain dengan Jakarta Eat Festival. Mulai dari pakar kuliner seperti William Wongso, chef muda seperti Ardika Dwitama dari OUI Dessert, pakar branding Hadi Ismanto dari New Media Folder, sampai pengusaha restoran Ratna Kartadjoemena dari PTT Family dihadirkan dalam rangkaian sesi diskusi yang inspiratif.


Selama empat hari itu pengunjung yang hadir - entah tamu dari mall sampai food enthusiast - dimanjakan juga dengan berbagai pilihan makanan yang mencapai 40 lebih stall. Kategori yang muncul juga beragam, mulai dari hidangan bakmi seperti Bakmi Kusuma dan juga What'sUp Cafe; American-style cookies yang diganderungi anak muda yaitu Dough Lab; hingga makanan Hawaii dengan brand HONU. Penikmat jajanan juga tidak luput dari pilihan tenant di sini. Mulai dari cheese cake modern bernama Brie, hingga camilan Indonesia seperti bacang dan juga klaapertart.


Yang menariknya, di Jakarta Eat Festival kali ini panitia juga hanya menyediakan dispenser air dan tidak menjual botol atau gelas sekali pakai. Digaungkannya membawa botol air sendiri untuk para pengunjung merupakan bagian dari concern peyelenggara terhadap isu lingkungan hidup dan food waste yang marak sekarang ini.


Jakarta Eat Festival juga menggandeng WWF Indonesia untuk mengampanyekan Pangan Bijak Nusantara. Kampanye itu bertujuan untuk mendorong perubahan pola konsumsi dan produksi pangan menjadi sehat, lokal, adil, dan lestari. Sederhananya, mengajak konsumen menjadi konsumen cerdas dan bijak. Pangan Bijak Nusantara bertujuan mempromosikan pangan lokal sebagai strategi ketahanan pangan Indonesia.


Hadirnya Jakarta Eat Festival kemarin membuktikan bagaimana masyarakat Jakarta masih antusias untuk mengenal lebih dalam lagi seluk beluk industri kuliner. Bukan hanya soal serunya ragam makanan yang sekarang ada, namun topik yang hadir disekitar dan berhubungan erat dengan makanan. Diharapkan pada tahun-tahun ke depan, Jakarta Eat Festival dapat semakin luas lagi membawa topik kuliner dalam spektrum yang lebih dalam.

Oleh Top Tables.

36 views
  • White Facebook Icon

FOOD

PEOPLE

CULTURE

Top Tables adalah media digital di Indonesia dengan makanan sebagai fokus utama. 

2019 Top Tables

All rights reserved.

In partnership with

Geometry-Logo-White.png