Stack's Lobster Roll is Worth the Trip

Kali ini tim Top Tables mencoba restoran yang menyajikan variasi bread roll bun di wilayah Wijaya, Jakarta Selatan.

Bagian facade Stack terlihat dari arah jalan raya | Top Tables|

Menebak dengan tepat perkembangan kuliner di Jakarta ibarat bermain kubus Rubik yang melawan balik: di mana kita akan berhadapan dengan ketidakpastian. Satu hari kota ini bisa dibuat gila dengan telur asin; esoknya mereka dibuat kecanduan dengan matcha - tidak ada rumus pasti.


Hal ini pun yang membuat saya akhirnya tertarik mengunjungi satu restoran baru di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namanya Stack. Konsepnya menjanjikan jenis makanan yang tidak saya duga akan masuk ke Indonesia, yaitu lobster roll dan kawan-kawannya.


Ketika itu Jakarta diguyur hujan tidak berhenti. Saya sampai di depan pintu kaca restoran yang memiliki desain modern industrial itu, ukurannya mungil. Hanya ada counter pesanan di lantai bawah, dengan dinding beton halus berlogo Stack menyala.


Tentunya mata saya tertuju kepada menu lobster roll, sebuah hidangan klasik New England yang umumnya bisa ditemukan di kota Maine atau Vermont di Amerika Serikat.Crustacean yang satu ini memang punya rasa natural yang manis dan briney (sedikit rasa mineral laut). Jadi cara terbaik memasak lobster adalah tidak dengan teknik atau bumbu yang berlebihan.


Lobster roll dan se'i roll. Keduanya dimasukkan ke dalam bread roll bun yang kaya akan rasa | Top Tables

Lobster roll di Stack cukup membuat saya tersenyum di dinginnya ruang makan yang bergaya industrial kontemporer. Bukan hanya karena lobster, namun komponen lain yang mendukungnya: butter roll lembut dan milky yang di-toast sisi kiri dan kanannya sehingga memberikan tekstur sedikit renyah dan berkerak; lapisan saus krim halus dan cincangan daun kucai yang cukup wangi; serta pemilihan saus lemon dan krim yang saat dituang turut diserap oleh roti. Rasa asam dari lemon yang juga aromatik ini menyeimbangkan saus krim, tekstur lobster dan roti yang cenderung bermentega dan kaya.


Sebenarnya roti butter roll bukan hal baru untuk warga Jakarta. Kita sudah terbiasa dengannya. Sebut saja restoran steak yang jadi primadona di tahun 1980-an dan 1990-an, Gandy Steakhouse. Roti kreasinya punya pamor yang sama dengan daging steak yang jadi sorotan utama. Sekitar tahun 2013-an, generasi baru chef di Jakarta di restoran dan cafe mereka juga turut memperkenalkan kembali istilah brioche, roti bermentega khas Perancis yang dibuat menjadi burger bun alih-alih potato bread atau sesame bread.

Lobster roll di Stack dieksekusi dengan baik | Top Tables

Namun apa rasanya ketika roti yang sudah sedikit manis bermentega dipadu dengan daging asap khas Nusa Tenggara Timur, se’i sapi? Well, tentunya prinsip daging asap dan roti sudah umum di Amerika, terutama sepanjang wilayah yang disebut Barbecue Belt yang membentang dari wilayah Carolina di Timur hingga Texas dan Missouri di Barat. Untuk menu ini Stack menggunakan daging se’i berlemak yang ditambahkan sambal matah. Se’i sapi dan sambal matah memang sedang jadi perhatian satu tahun belakangan ini, makanan yang sebelumnya asing dan tak diduga malah ramai jadi pilihan.


Tentu saja sambal matah yang punya tekstur renyah serta aromatik betul-betul menyeimbangkan daging asap yang berlemak dan umumnya diasap dengan kayu dan daun kosambi. Namun ketika berpadu dengan roti yang sudah kaya rasa dan milky menjadi sedikit overwhelming di dalam mulut. Rasanya jadi penuh dan sulit untuk menikmati yang lain setelahnya. Apalagi ketika kentang goreng yang dipesan juga turut soggy, kurang crispy dan penuh minyak, memberikan jejak rasa yang greasy (saya rasa terlalu banyak menggunakan minyak truffle).


Interior yang sederhana dan tidak berlebihan. Semuanya terkesan industrial minimalis | Top Tables

Tapi sekali lagi saya dihibur dengan gigitan lobster roll yang memang dimasak dengan sangat baik, sedikit asam dan menyegarkan. Tentunya konsistensi memang selalu menjadi permasalahan di tiap usaha restoran, entah itu high-end dining hingga kaki lima. Yang namanya melibatkan manusia akan selalu ada faktor lain. Namun, bukankah itu yang membuatnya jadi menarik?


Untuk harga sendiri memang tidak terbilang murah, sekitar Rp 80.000 hingga Rp 180.000 untuk sekali pembelian tergantung menu yang dipesan. Namun apakah itu akan membuat saya berhenti untuk mampir? Tentu tidak. Saya masih punya ketertarikan dengan menu yang lainnya, yang sepertinya juga diracik dengan penuh pertimbangan. Untuk penyuka kopi, rupanya mereka menggunakan menu dari Gordi, cafe dengan taman yang berada di wilayah

Jeruk Purut.


ALAMAT

Jalan Wijaya I No.64, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

stack.jkt@gmail.com


HARGA

Rp 70.000 - Rp 180.000/person. Tergantung banyak dan jenis menu yang dipesan.


DETAIL

Menyediakan valet. Lokasi dan variasi menu ramah keluarga dan anak-anak.


MENU REKOMENDASI

Lobster roll dengan lemon butter sauce.

Oleh Kevindra P. Soemantri, founder dan restaurant observer Top Tables

Disclaimer: Top Tables datang tanpa diundang, secara anonim dan kami membayar sendiri makanan yang kami pesan.

186 views
  • White Facebook Icon

FOOD

PEOPLE

CULTURE

Top Tables adalah media digital di Indonesia dengan makanan sebagai fokus utama. 

2019 Top Tables

All rights reserved.

In partnership with

Geometry-Logo-White.png