Eating Out: Bubur Cap Tiger


Ayam rebus, telur pitan dan cakwe sebagai padanan favorit untuk bubur di Bubur Cap Tiger. | Top Tables

Malam hari di Jalan Cikajang biasanya penuh dengan mobil yang menaik turunkan kaum urban untuk makan di restoran-restoran yang tersebar sepanjang jalan. Dari restoran dim sum yang stylish hingga artisan bakery memenuhi jalan ini, walaupun ia tidak se-sophisticated tetangganya yaitu Jalan Gunawarman dan Jalan Senopati. Namun, kali ini ada satu restoran baru yang menggelitik rasa penasaran bernama Bubur Cap Tiger. Desain restoran yang kemerahan, hingga mangkuk-mangkuk penuh bubur khas Tionghoa mulai memenuhi feed Instagram penikmat makanan ibukota. Tentunya kami penasaran, karena tempat dengan suasana modern itu bukan menjual sesuatu yang fancy, namun hidangan ramah dan familiar seperti bubur.


Bubur memang menjadi comfort food Jakarta, entah itu versi yang sudah melebur dengan rasa lokal seperti bubur ayam Cirebon, hingga yang masih kental nuansa dan cita rasa Tionghoa layaknya yang ada di wilayah Mangga Besar, Jakarta Barat. Di daerah Jakarta Selatan memang cukup sulit untuk mencari bubur Tionghoa yang khas dengan kaldu ayam atau ikan dan disajikan bersama dengan ayam rebus serta pilihan condiments seperti sayur asin, cakwe dan telur pitan.


Lokasi Bubur Cap Tiger ini tersembunyi. Apabila Anda tidak jeli pasti akan terlewat beberapa kali. Ia berada persis bersinggungan dengan sebuah klinik kulit, parkiran pun juga sama. Menaiki tangga kecil yang melipir di samping klinik memberi kesan tamu untuk masuk ke sebuah rumah makan di suatu suburban area di Hong Kong. Namun saat berada di dalam, Anda akan tahu kalau restoran ini betul-betul didesain dengan serius, tertata dan memperhatikan detail terkecil. Salah satu desainer interiornya adalah Sasha Rosari, yang adalah pendiri dari HONU, restoran yang menjadikan ikon Hawaiian cuisine poke bowl menjadi digandrungi di Jakarta.


Dining room di Bubur Cap Tiger terbilang cukup walau tidak terlalu besar. | Top Tables

Ruang makannya kecil namun intim. Tidak ada rasa sesak walau sedang riuh. Mereka juga menawarkan outdoor area untuk penggemar udara malam. Dinding bermotif bunga merah dengan nuansa Peranakan berdampingan dengan dinding keramik putih bertotol hijau, seperti juga poster vintage ala film Suzie Wong dari tahun 1960-an yang dipajang di tembok abu-abu minimalis.


Branding dengan mengambil inspirasi gaya vintage menjadi pilihan restoran ini. | Top Tables

Motif dinding bunga merah menjadi daya tarik di dalam restoran. | Top Tables

Bubur di sini memiliki cita rasa yang gurih. Begitu juga dengan aneka pendamping. Ada ayam kampung rebus yang ketika digigit masih lembab dan lembut, dengan semburat kuning muda tanda lemak alami serta penggunaan jahe dan bawang putih yang menyerap hingga ke dalam lapisan daging. Bila dibandingkan dengan Bubur Ayam Mangga Besar 1 yang ikonik, ayam rebus di sini sedikit lebih kecil memang. Extra daun bawang atau kucai serta tambahan wansui atau daun ketumbar di sisi meja juga perlu dipertimbangkan, mengingat salah satu nikmatnya makan bubur Tionghoa adalah dengan melimpahnya condiments yang aromatik.


Penyajiannya juga cepat, ramah diskusi namun tidak bertele-tele. Namun ada satu yang menarik perhatian setelah kami santap, yaitu acar sawinya yang punya tekstur renyah dan rasa yang kuat. Terasa sekali kalau acar ini dibuat secara rumahan dengan tangan.


Ada sebuah pemandangan unik juga di sini. Bila menikmati bubur biasanya dengan pakaian seadanya, tamu di Bubur Cap Tiger seakan adalah mereka yang baru kembali dari sebuah pop art exhibition atau pulang dari creative community gathering di sebuah toko buku independen. Bisa jadi tempat ini akan menjadi hub baru komunitas kreatif urban yang beraktifitas di sekitar wilayah ini.


Untuk kami, Bubur Cap Tiger akan menjadi pilihan apabila lidah ini sedang menginginkan semangkuk bubur Tionghoa di wilayah Jakarta Selatan.


ALAMAT

Jalan Cikajang No.34A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

(021) 27083168


HARGA

Rp 50.000 - Rp 150.000/person. Tergantung banyak dan jenis menu yang dipesan.


DETAIL

Tidak menerima reservasi. Untuk datang beramai-ramai lebih baik ada perwakilan yang sudah hadir lebih awal.


MENU REKOMENDASI

Bubur ayam polos atau bubur ikan. Ayam rebus dengan meminta extra bawang goreng kering.

Oleh Kevindra P. Soemantri


Disclaimer: Top Tables datang tanpa diundang, secara anonim dan kami membayar sendiri makanan yang kami pesan.

563 views
  • White Facebook Icon

FOOD

PEOPLE

CULTURE

Top Tables adalah media digital di Indonesia dengan makanan sebagai fokus utama. 

2019 Top Tables

All rights reserved.

In partnership with

Geometry-Logo-White.png