Cerita Yenny Kusuma Hendra Membangun Kumala Home & Kitchen

Dari dinnerware hingga cookware, bagaimana Yenny Kusuma Hendra membawa Kumala Home & Kitchen menjadi salah satu merek yang terdepan di Tanah Air.


Oleh Top Tables


Mungkin banyak dari kita yang tumbuh besar dengan piring makan  dari kaca berwarna cokelat, atau gelas kaca transparan yang mungil untuk air dingin? Keduanya adalah trademark dari merek diningware legendaris dari Perancis bernama Duralex yang sekarang kembali dapat ditemukan di Tanah Air berkat Kumala Home & Kitchen.

Yenny Kusuma Hendra tidak pernah menyangka bahwa perusahaan keluarga yang tadinya bergerak di bidang ceramic tableware dapat bertransformasi menjadi sebuah perusahaan yang menambah portfolio produk mulai dari dining ware, kitchen ware, hingga timbangan berteknologi mutakhir.


Keberhasilan seorang Yenny Kusuma Hendra dalam membangun perusahaannya sejak ia bergabung di tahun 1995 salah satunya berpegang pada prinsip kolaborasi dengan pelaku industri serta membangun "keluarga" hingga ke luar perusahaan. Dengan begitu cepatnya pertumbuhan industri kuliner di Tanah Air, tentunya turut menjadi kesempatan Kumala Home & Kitchen untuk semakin melebarkan sayap dan berkontribusi besar bagi industri itu sendiri. 


"Pada tahun 1995, saya diminta untuk bergabung di bisnis keluarga yang waktu itu adalah perusahaan alat makan keramik," ujar Yenny Kusuma Hendra. Selama bekerja di perusahaan keluarga inilah Yenny membangun relasi dengan retailer-retailer besar di Tanah Air seperti Hero Group, Matahari, Sogo, Metro hingga Kemchick dan Carrefour. Pada 2003, ia pun mendirikan perusahaannya sendiri, PT Kumala Kencana Cipta yang menjadi induk Kumala Home & Kitchen (KHK).

Yenny Kusuma Hendra | Top Tables

Sedari awal, KHK sudah gencar dengan konsep kolaborasi, hal yang hingga sekarang menjadi kekuatannya. "Kami pernah melakukan kolaborasi dengan seniman Bimo Chondro dan mengeluarkan painted collection. Karena konsep ini berhasil, kami pun kembali melakukan kolaborasi waktu itu dengan Sebastian Gunawan." Menurut Yenny, ketika itu bisnis food and beverage di Indonesia belum seperti sekarang, "Pemain besar hanya hotel-hotel saja," Ia mengungkapkan.


Namun pada 2008, seiring dengan kemunculan konsep lifestyle dining di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia, KHK pun mulai masuk ke dalam pangsa pasar ini. "Walau pun begitu masih basic sekali orang mencari piring makan. Belum seperti sekarang. Plating juga dulu masih standar, belum eksploratif." Kenang Yenny. Berbanding terbalik dengan sekarang di mana menurutnya para pelaku food and beverage selain sudah menjadi industri raksasa, juga sudah sangat cerdas dan kreatif. "Mereka tahu betul keinginan mereka dari tiap tableware hingga alat masak. Mungkin karena informasi lebih mudah dicari via internet serta exposure yang lebih terhadap industri makanan." Perkembangan penikmat makanan hingga pelaku food and beverage yang semakin besar di Indonesia inilah yang turut berkontribusi dalam perkembangan portfolio KHK.

Selain merek ikonik yang sarat nostalgia dari Perancis yaitu Duralex, KHK juga menjadi partner untuk beberapa brand lain seperti Meyer Cookware yang adalah perusahaan kitchen ware terbesar di Amerika Serikat yang juga berkolaborasi dengan sosok-sosok seperti Rachael Ray hingga Buddy "Cake Boss" Valastro; Sola Cutlery dari Swiss yang sudah berdiri sejak tahun 1866; hingga Tanita, salah satu perusahaan timbangan terbesar di skala global dan memproduksi dari timbangan dapur hingga timbangan rumah sakit. Bukan hanya menjadi partner merek-merek internasional, KHK pun meluncurkan SERO yang merupakan diningware kreasi mereka sendiri yang memenuhi kebutuhan chef muda, restoran, hingga hotel untuk alat makan dan minum keramik yang menarik. 


Melihat perkembangan industri digital yang juga berjalan beriringan dengan industri food and beverage, pada tahun 2018 KHK mendirikan divisi e-commerce. "Kami melihat bahwa banyak pelaku industri food and beverage yang sudah mulai melakukan transaksi secara online untuk keperluan mereka," ungkap Yenny. Maka pada tahun 2019 KHK pun mulai fokus menargetkan market share digital ini sebagai salah satu bentuk transformasi perusahaan mengikuti perkembangan zaman.


"Era boleh berganti, begitu juga teknologi. Namun buat kami dua prinsip utama dari KHK tidak akan berubah, yaitu komitmen serta kebersamaan. Pada akhirnya industri kuliner adalah sebuah komunitas raksasa, maka dari itu kami akan terus berkolaborasi, seperti saat ini kami mendapat dukungan dari delapan brand ambassador." Yenny kemudian melanjutkan, "Untuk itu KHK akan selalu berinovasi baik dari segi produk, marketing system maupun dari segi teknologi sehingga kami dapat lebih memaksimalkan sistem distribusi kami dengan lebih baik lagi." 


Kunjungi Instagram Kumala Home & Kitchen.

Untuk produk dari Kumala Home & Kitchen lihat di sini.

195 views
  • White Facebook Icon

FOOD

PEOPLE

CULTURE

Top Tables adalah media digital di Indonesia dengan makanan sebagai fokus utama. 

2019 Top Tables

All rights reserved.

In partnership with

Geometry-Logo-White.png