7 Food Moments of 2019

Oleh Top Tables

Dari demam boba hingga hadirnya MBloc Space, inilah tujuh momen signifikan yang berhubungan dengan makanan di Jakarta selama 2019.


1. Pembukaan MRT Jakarta Berdampak Terhadap Bisnis Makanan


Walaupun tidak secara langsung berkenaan dengan makanan, dibukanya MRT turut mendorong lahirnya konsep-konsep baru tempat makan dan minum di sepanjang jalur yang ia lewati. Dampak yang diberikan oleh munculnya transportasi publik ini terhadap food scene di Jakarta akan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.


Beberapa dampak yang sudah terlihat adalah munculnya coffee shop apik di sisi stasiun MRT Bendungan Hilir di depan Gedung Sampoerna Strategic, munculnya brand ikonik Bakmi GM yang dikemas grab-n-go serta digital di dalam stasiun MRT Setiabudi Astra, hingga lahirnya restoran dan cafe di Hutan Kota Plataran yang dapat diakses dengan mudah dari stasiun Istora Mandiri.Dan yang paling fenomenal yaitu MBloc Space yang hanya hitungan dua menit berjalan kaki dari stasiun MRT Blok M.


Hadirnya MRT di Blok M juga seakan memberikan kehidupan baru bagi pusat belanja Blok M Plaza yang sekarang sangat ramai dengan tempat makan dan telah direnovasi menjadi sangat modern.


2. Dibukanya Bubur Cap Tiger 


Bubur Cap Tiger hadir bukan hanya membawa angin segar bagi kuliner Jakarta, ia muncul dan tanpa disadari memulai sebuah gerakan baru dalam ranah comfort food yang kami sebut sebagai third-wave street food. Branding yang terwujudkan dalam tiap detail di restoran, hingga makanan yang jujur dan nyaman.


Restoran ini berhasil membuka mata generasi baru urban Jakarta bahwa dengan makan hidangan sederhana (seperti bubur) mereka tetap bisa tampil dan bersosialisasi. 

Ingin melihat dampak dari hadirnya Bubur Cap Tiger cukup mudah, yaitu lihatlah berapa banyak konsep third-wave street food yang sekarang ada di mana-mana di Jakarta setelah hadirnya Bubur Cap Tiger, mulai dari dim sum hingga bakmi.


3. Akhir Dari Emilie, Ikon Restoran di Senopati


Penutupan Emilie seketika menjadi gong untuk sinyal yang mungkin selama ini sudah ditangkap oleh penikmat makanan Jakarta, yaitu eksistensi konsep fine restaurant dan masakan Perancis lebih tepatnya.


Setelah ia menjadi salah satu yang pertama berani membawa konsep fine dining di luar hotel pada awal 2000-an, kehadirannya berdampak panjang, sampai-sampai melahirkan area Senopati-Gunawarman yang sekarang kita kenal. Tutupnya restoran ini pun menjadi akhir dari sebuah era dining scene ibukota.


4. Hadirnya MBloc Space


Konsep yang dimiliki MBloc Space adalah solusi yang selama ini ditunggu-tunggu bagi wilayah-wilayah di Jakarta dengan nilai histori yang tinggi. Tempat ini menjadi fenomena bagi ibukota, menghidupkan kembali identitas Blok M sebagai hub anak muda yang pernah ramai di akhir 1970-an hingga 1980-an.


Bukan hanya itu saja, pemilihan tempat makan di sini juga dikurasi dengan baik, mulai dari jamu hingga barbecue house. MBloc Space mengingatkan kita kembali bahwa makanan, kreatifitas dan musik dapat menjadi satu kesatuan yang memuaskan seluruh panca indera. MBloc juga dengan cerdas membuka mata anak muda dan warga Jakarta bahwa restorasi tempat historis dapat menghasilkan keindahan yang bisa dinikmati siapa pun serta menjadi relevan - juga fungsional - bagi masyarakat modern.


5. Jakarta Dessert Week yang Pertama


Apabila sebelum-sebelumnya event dan festival makanan bertempat di satu lokasi saja, Jakarta Dessert Week berhasil membawakan sesuatu yang berbeda dengan diadakan di satu kota. Acara yang didirikan oleh enam figur dari food industry ini membawakan konsep 'restaurant week' sebagaimana yang dilakukan di negara-negara Barat.


Bukan hanya itu saja, ini adalah event pertama di Jakarta yang berhasil mengajak pastry chef, toko kue, restoran dengan dessert memukau hingga hotel bintang lima untuk berpartisipasi - bahkan berkolaborasi - selama dua minggu penuh untuk merayakan yang manis.

Konsep Jakarta Dessert Week ini memiliki tema khusus setiap tahun yang harus diikuti oleh setiap individu dari industry yang berpartisipasi.


6. Boba All the Way


Ketika demam boba (bubble tea) mulai ramai, tidak ada yang pernah menyangka bahwa festival yang khusus menjual segala macam minuman dan makanan dengan menggunakan boba bakal meriah. Ternyata sebaliknya, festival yang diadakan di Gandaria City ini seakan seperti sebuah stampel yang memantapkan bahwa boba merupakan tren utama di 2019.

Mulai dari mall, coffee shop, hingga toko kue semuanya mencoba mengakomodir keinginan masyarakat ibukota untuk butiran-butiran kenyal tersebut.


7. KFC Meluncurkan Menu Kulit Ayam


Ada salah satu candaan unik di kalangan masyarakat, yaitu salah satu cara menilai orang baik adalah apabila ia dengan sukarela memberikan kulit ayam KFC-nya. Sebegitu ikonik dan dikultuskannya kulit ayam KFC berujung kepada kehobohan di bukan Mei 2019 ketika KFC resmi mengeluarkan menu khusus kulit ayam.


Seketika internet dan obrolan sehari-hari setidaknya ada satu kali diisi dengan pertanyaan,"Udah coba kulit ayam KFC yang baru belum?" Hal ini ibarat impian yang menjadi kenyataan, walaupun banyak yang silang pendapat mengenai menu khusus kulit ayam ini, tetap saja antrean panjang dapat dilihat selama satu bulan setelah peluncurannya.

124 views
  • White Facebook Icon

FOOD

PEOPLE

CULTURE

Top Tables adalah media digital di Indonesia dengan makanan sebagai fokus utama. 

2019 Top Tables

All rights reserved.

In partnership with

Geometry-Logo-White.png